ceritaku

Selasa, 16 Agustus 2011

Pengendalian Intern

PENGENDALIAN INTERN, apa toh?
 
1. Pengendalian Intern
a. Pengertian Pengendalian Intern
Pengertian pengendalian intern telah banyak disampaikan oleh para ahli, diantaranya menurut IAI yang dikutip Sukrisno Agus (2004: 79) :
Pengendalian intern suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas-yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini : (1) Keandalan pelaporan keuangan, (2) efektivitas dan efisiensi operasi, (3) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Pengertian pengendalian intern menurut Jogiyanto (2000: 373) dari AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) yaitu :
Pengendalian intern meliputi struktur suatu organisasi dan semua metode-metode yang terkoordinir serta ukuran-ukuran yang ditetapkan di dalam suatu perusahan untuk tujuan menjaga keamanan harta milik perusahaan, mmeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi, meningkatkan efisiensi operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
Selanjutnya COSO (Committee of sponsoring Organization) yang dikutip oleh Robert Moeller (2005: 84) menyatakan:
Internal control is a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categorie: effectiveness and efficiency of operations, reliability of financial reporting and compliance with applicable laws and regulation.


b. Tujuan Pengendalian Intern
      Terdapat beberapa tujuan dari pengendalian intern antara lain :
1) Efektivitas dan efisiensi operasi
Pengendalian intern dalam perusahaan merupakan alat untuk mengurangi kegiatan pemborosan dan mengurangi penggunaaan sumber daya yang tidak efektif dan efisien dalam operasi perusahaan.
2) Keandalan laporan keuangan
Pengendalian intern ini membuat manajemen bertanggungjawab menyiapkan laporan keuangan untuk kepentingan pihak intern dan ekstern perusahaan. Laporan yang disajikan harus dapat diandalkan.
3) Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
Pengendalian intern ini dimaksudkan agar organisasi melakukan kegiatannya sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

c. Komponen Pengendalian Intern
     Menurut COSO (Committee of sponsoring Organization) dalam Haryono Jusup (2001: 257) terdapat lima komponen pengendalian intern:
1) Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian ini mencerminkan seluruh sikap, tindakan dan kebijakan yang mencerminkan sikap manajemen yang menyeluruh dan mempengaruhi kesadaran tentang pengendalian kepada orang-orangnya. Lingkungan pengendalian mencakup :
a)Integritas dan Etika
b)Komitmen untuk meningkatkan kompetensi
c)Dewan komisaris dan komite audit
d)Filosofi manajemen dan jenis operasi
e)Struktur Organisasi
f)Penetapan Kewenangan dan Tanggungjawab
g)Kebijakan dan praktek sumber daya manusia

2)Penaksiran Risiko oleh Manajemen
Penaksiran risiko bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola risiko yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berterima umum. Risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan berikut :
a)Perubahan dalam lingkungan operasi
b)Personil baru
c)Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki
d)Tekologi baru
e)Lini produk, produk atau aktivitas baru
f)Restrukturisasi korporasi
g)Operasi luar negeri
h)Standar akuntansi baru

3) Kegiatan Pengendalian
Kegiatan pengendalian ini terdiri dari kebijakan dan prosedur yang di dalamnya terdapat tindakan untuk menekan risiko dalam pencapaian tujuan perusahaan. Kegiatan pengendalian ini berupa :
a) Pengendalian pengolahan informasi (umum dan aplikasi)
b) Pembagian tugas
c) Pengendalian fisik
d) Review kinerja

4) Informasi dan Komunikasi
Informasi dalam hal ini berkaitan dengan tujuan pelaporan yang terdiri dari metoda, catatan yang digunakan untuk mengidentifikasi, menggabungkan, menganalisis dan melaporkan transaksi perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap asset dan kewajiban yang ada. Komunikasi menyangkut pemberian pemahaman tentang peran dan tanggungjawab masing-masing personel perusahaan berkenaan pengendalian intern.

5)   Pemantauan
Kegiatan pemantauan ini berhubungan dengan penilaian efektivitas rancangan dan operasi struktur pengendalian intern secara periodik dan terus menerus oleh manajemen untuk mengetahui apakah telah dilaksanakan dengan semestinya. 
      Penilaian pengendalian intern menggunakan COSO didasari berbagai pertimbangan yaitu COSO merupakan organisasi internasional yang berdedikasi untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif, dan  corporate governance dengan anggotanya seperti American Accounting Association (AAA), American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), Financial Executives International (FEI), Institute of Management Accountants (IMA), dan The Institute of Internal Auditor (IIA). Selain itu pada tahun 2009, COSO merilis Pedoman Pemantauan Sistem Pengendalian Internal (Guidance on Monitoring Internal Control Systems). Pedoman ini dimaksudkan untuk membantu organisasi dalam memantau efektivitas pengendalian intern dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan secara tepat waktu. Pedoman ini diharapkan dapat meningkatkan pemantauan pengendalian internal yang lebih efektif dengan biaya yang lebih efisien.

d.Keterbatasan Pengendalian Intern
  Menurut Haryono Jusup (2001: 254) struktur pengendalian intern memiliki keterbatasan bawaan yaitu:
1)kesalahan dalam pertimbangan, dimana manajemen kurang melakukan pertimbangan matang dalam pengambilan keputusan bisnis
2)kemacetan, dimana petugas salah dalam memahami akan instruksi, melakukan kecerobohan, terjadi perubahan prosedur.
3)Kolusi, dimana terjadi persengkokolan yang dilakukan antar pegawai.
4)Pelanggaran oleh manajemen, dimana manajemen melakukan pelanggaran atas kebijakan dan prosedur untuk tujuan yang sidak sah.
5)Biaya lawan manfaat, dimana biaya penyelenggaraan pengendalian intern seyogyanya tidak melebihi manfaat yang diperoleh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar