Melihat dan bertemu kembali dengan dua tubuh yang telah menua dan sangat menua, keriput halus dan nampak jelas menghiasi sekujur tubuhnya, renta dan papa di jalan kehidupan……
Tanpa alas kaki keduanya menyusuri pahit getirnya jalanan. Hanya 2 tongkat kayu dan segendhong yang entah apa isinya selalu bersama mereka…..
Tuhan, terima kasih Engkau masih mempertemukan kami,mempertemukan di jalan yang sama, di waktu yang mungkin sama…..
Walau tak banyak daku membantu, lega rasa menemukan mereka kembali masih dalam naunganMu….
hidup ini ada di tanganmu
di tangan masing-masing diri
mau ke mana arahnya
tergantung kendalimu….
ke arah kebaikan maupun ke arah kburukan
hidup ini ada di tanganmu, mengikutimu setiap waktu…..
melek terus tak mau merem
aku sudah mengantuk…
mengapa engkau tak peduli wahai mata dan hati
ayolah…
esok banyak yang menungguku
cepat tidur
cepat tidur
karena mentari akan segera datang